Kesadaran Sosiologis Pengelolaan Sampah Pra-TPA dalam Pengendalian Jejak Karbon di Gorontalo: Kajian Literatur

Authors

  • Safira Putri H. Malik Universitas Negeri Gorontalo
  • Wawan K. Tolinggi Universitas Negeri Gorontalo
  • Irwan Bempah Universitas Negeri Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.54923/researchreview.v5i1.360

Keywords:

Kesadaran ekologis, Pengelolaan sampah, TPA, Jejak karbon, Sosiologi lingkungan

Abstract

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) merupakan salah satu sumber emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari proses dekomposisi anaerobik material organik yang tidak terkelola di sumber. Kajian literatur ini berangkat dari asumsi sosiologis bahwa persoalan pengelolaan sampah adalah persoalan sosial sebelum ia menjadi persoalan teknis bahwa nilai ekologis, norma komunitas, modal sosial, dan kearifan lokal menentukan efektivitas pengelolaan sampah lebih dalam dibandingkan ketersediaan infrastruktur semata. Dengan menggunakan perspektif sosiologi lingkungan sebagai kerangka analitik utama, kajian ini menelaah  referensi bereputasi dari basis data Scopus, laporan lembaga internasional (World Bank, IPCC), dan penelitian empiris lokal Gorontalo. Pembahasan diorganisir melalui tiga tema sosiologis utama: (1) nilai biosferik, identitas sosial, dan determinan perilaku pro-lingkungan komunitas; (2) norma sosial, modal sosial, dan peran kearifan lokal Huyula Gorontalo dalam pengelolaan lingkungan kolektif; dan (3) implikasi sosiologis bagi desain program pengelolaan sampah pra-TPA. Hasil sintesis menunjukkan bahwa absennya internalisasi nilai ekologis dan terputusnya sosialisasi komunitas merupakan akar sosiologis dari meningkatnya beban TPA. Sebaliknya, komunitas yang memiliki nilai biosferik terinternalisasi, norma pemilahan yang mengakar, dan modal sosial yang terstruktur seperti tradisi Huyula di Gorontalo memiliki kapasitas lebih besar untuk mewujudkan pengelolaan sampah pra-TPA yang efektif dan berkelanjutan.

Downloads

Published

2026-06-14